SURAH PANGGILAN DARI ALLAH
By: Yeyen Idham Syarif
Hampir empat tahun ini aku mengais uang dinegeri formosa. Semua yang kujalani mengalir seperti air, namun tiada berhujung. Lika-liku hidupku dinegeri ini sangatlah kacau, bedah dengan mereka yang benar-benar bersungguh-sungguh berkerja demi keluarga. Sedangkan aku, terjebak dilingkungan yang fenomenal dengan dosa.
Seperti biasa dikala pagi aku disibukan dengan aktivitas mengurus nenek. Dari membersihkan popoknya, mencuci muka, hingga menyuapinya makan. Aku tak punya hati selembut kapas. Tapi walau nenek bukan nenekku, aku merawatnya layaknya nenek sendiri.
Setelah semua perkerjaan rumah selesai, aku merebahkan tubuhku diranjang. Ku ambil ponselku yang terletak tak jauh dariku. Aku mulai membuka-buka beberapa pesan yang terterah dinding lineku. Em… aku menemukan satu pesan dari Dio yang membuatku berbunga-bunga dikala mebacanya. Sudah satu tahun dua bulan ini aku dengannya menjalin asmara. Bahkan hubungan kami sudah berjalan sangat jauh. Beberapa kali aku menghabiskan waktu dengannya hanya untuk merasakan syurga dunia yang memang nikmat ku rasa.
“Sayang, lagi ngapain? Aku kangen belaianmu. Nanti siang bisa keluar ga? Lagi pengen nih!” Pesan singkat dari Dio yang membuatku geli tapi senang. Tentu saja pesan itu tidak ku abaikan begitu saja. Aku juga merasa kerinduanku semakin membuncah dengannya. Terlebih lagi ini sudah hampir lima hari tidak bertemu dia.
“Sama sayang, aku juga kangen sama kamu. Tenang aja, aku pasti keluar. Rasa kangenku sudah menggebuh, tubuhku juga sudah mulai merindukan belaian mu.” Balasku nakal.
Selesai mengirim pesan kepada Dio yang berkerja disalah satu pabrik di Kota Taichung, aku segerah beranjak dari ranjangku. Mempersiapkan diri untuk bertemu dengan Pujangga cintaku.
Sore ini aku dan Dio berjanji untuk bertemu di taman. Sebelumnya aku menuju rumah tyas sahabatku. Sama sepertiku tyas hanya tinggal bersama nenek saja dirumah. Kebetulan rumah tyas juga tidak jauh dari motel tempat aku dan Dio sering berkencan. Semua yang kulakukan tyaspun mengetahuinya dengan detail. Dia tidak peduli dengan dosa yang ku lakukan. Karena dia pun tidak lain dengan ku. Seorang putri kasmara.
Setelah ku antar nenek kerumah Tyas yang sedang asyik ngobrol di line telpon bersama Bayu. Aku pergi menemui Dio yang sudah menunggu ku dari tadi di taman Kota.
Ku lihat laki-laki tampan dengan postur tinggi yang tegap itu sedang melambaikan tangannya padaku. Melihatnya, aku benar-benar tidak sabar untuk memeluk juga mencium bibir sexynya itu. Untung Taman tempat dia menunggu sepih, mendekati dirinya aku peluk pangeran hatiku itu.
Tubuhnya wangi, tatapan matanya pun berbinar-binar kala melihatku. Bagaimana aku tidak terhipnotis dengan cinta dan rayuannya. Semua aku lupakan termasuk orang tua dan keluargaku yang sekarang ada di jawa Timur. Aku dengar Ayahku sakit-sakitan, beberapa kali adikku menelpon tidak pernah aku angkat. Ya...pasti mereka mau minta kiriman uang lagi . Aku sudah capek, aku ingin menikmati hidupku sendiri tanpa ada yang boleh mengganggu termasuk keluargaku.
Pertemuan itu mengukir sejarah dan kenangan terindah bagiku.
Setelah hampir dua jam aku dan dia berada dimotel hanya sekedar untuk bercumbuh. Akupun lekas pulang menuju rumah tyas berniat menjemput nenek.
“Wes, yang senyum-senyum sendiri. Hari ini lebih lama dari hari biasanya. Emang berapa ronde?” Tanya Tyas seraya mengolok ku. Aku hanya tersenyum senang.
“Pokoknya hari ini lebih hebat dari hari-hari sebelumnya. Gak salah kalau aku makin cinta sama dia.” Jawabku bahagia. Kuceritakan semua yang aku rasa pada Tyas. Dia yang juga sudah terbiasa melakukan itu. Merasa antusias mendengar semua ceritaku.
***
Tiap malam aku dan dia selalu melakukan sex online. Ini yang sekarang lagi marak-maraknya di dunia maya. Aku benar-benar sudah kesetanan denga nafsu birahi yang mengusai ku. Aku meninggalkan semua kewajibanku sebagai seorang muslim. Bahkan aku sudah lupa baca-bacaan sholat. Sudah empat tahun ini aku tidak sholat.
Suatu malam Dio bilang, dia ingin sekali bertemu. Tidak tahan menahan nafsu yang membuncah dan berkecamuk. Akhirnya aku izinkan dia datang kerumah. Lagi pula majikanku tidak pernah datang jika malam. Jam sudah menunjukan pukul 8: 48 malam, melihatnya yang rapi dengan style yang keren nafsu ku mulai memanas. Baru saja dia melangkah masuk, aku kecup bibirnya dan memeluknya penuh birahi. Beberapa menit kemudian mulailah kami bermandikan nafsu dan bersenggama. Dia mengahabiskan waktu tiga jam dirumahku.
Malam itu kembali berakhir dengan kenikmatan dunia yang menyenangkan ku.
***
Namun tanpa kusadari, kemarin anak majikanku datang. Ia tahu mengenai kedatang Dio kerumah. Karena dia mengetahui semua yang terjadi, dia yang memang sudah lama tertarik denganku yang memiliki tubuh sexy dan aduhai ini, mangancam ku agar juga melayani birahinya. Tentu saja aku menolak, namun ketika teringat Dio. Aku tidak bisa tidak menerima ancamannya itu. Akhirnya kusetujui tawarannya. Dan sudah hampir tiga bulan ini aku bercumbuh dengam dua lelaki sekaligus. Kadang bathinku sedikit mengeluh.
Suatu hari, kudapati diriku sedang mengandung. Aku benar-benar terjebak disituasi yang sulit. Ketika aku hendak menemui Dio yang sudah satu minggu tidak menghubungi ku. Ternyata aku harus menerima kenyataan pahit. Teman satu pabriknya mengatakan jika dia sudah pulang ke Indonesia tiga hari yang lalu.
Aku menjerit dikesedihan ku. Anak majikanku mana mau bertanggung jawab. Sedangkan dia tahu aku juga memiliki kasmara dengan Dio.
Dunia mulai menghakimi ku. Ini karena kedurhakaan ku. Satu bulan yang lalu Ayahku meninggal. Aku tetap asyik dilembah dosa. Sekarang ibuku pun ikut sakit-sakitan. Aku ingin menggugurkan kandunganku ini. Namun ditaman aku bertemu wanita cantik dengan hijabnya menasehatiku.
"Setiap manusia punya dosa, tiap dosa ada ampunannya, dan tiap ampunan harus dengan berserah kembali padanya. ” Nasihatnya yang menusuk-nusuk hatiku. Setelah mengucapkan kata itu dia pergi. Entah lupa atau memang sengaja dia meninggalkan Al-Quran kecil berterjemahan dibangku taman tempat kami duduk.
Ku ambil musaf itu, perlahan ku buka dengan tangan gemetaran karena takut.sekali buka musaf itu, Allah berfirman:
"Katakanlah, wahai para hambaKu yang melampaui batas terhadap diri-diri mereka sendiri, janganlah kalian putus asa terhadap rahmat dari Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni seluruh dosa, sungguh Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Surah Al-Zumar : 53). Hatiku terhenyu membaca firman Allah tersebut. Seketika aku tersujud ditanah taman, mohon ampun pada pencipta. Ku urungkan niat menggugurkan kandunganku. Setelah membaca surah itu aku berniat taubat dan kembali pada-Nya. Aku pulang meninggalkan formosa tuk menghadapi caci maki semua orang di kampung. Tapi aku sudah tidak peduli. Karena Allah bersamaku dan Dia akan menerima kesungguhanku.
TAMAT
Ini mengenai cerita hidup, motivasi, dan dakwah Islam. Yang akan menuangkan banyak inspirasi baik dalam sebuah cerpen ataupun artikel pendek.Yang penulis harapkan dari bloger ini adalah kemantapan dan penyampaian dakwah yang Haq, sesuai tuntunan Salafus Shalih dan Sunnah.
Rabu, 21 Oktober 2015
Cerpen
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar